Mengapa Analisis Rasio Memainkan Peran Penting Dalam Perencanaan Strategis Bisnis

[ad_1]

Analisis Rasio adalah alat dasar analisis keuangan dan analisis keuangan itu sendiri merupakan bagian penting dari setiap proses perencanaan bisnis sebagai SWOT (Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman), menjadi alat dasar dari analisis strategis memainkan peran penting dalam perencanaan bisnis proses dan tidak ada analisis SWOT akan lengkap tanpa analisis posisi keuangan perusahaan. Dengan cara ini Analisis Rasio merupakan bagian yang sangat penting dari seluruh perencanaan strategis bisnis. Ada terutama enam jenis rasio:

1) Return On Capital Employed: Rasio ini membantu untuk memeriksa angka untuk keuntungan yang diperoleh dalam kaitannya dengan uang yang diinvestasikan (Modal Kerja) dalam bisnis. Secara umum dapat diterima untuk menggunakan baik Laba Bersih Sebelum Pajak atau Laba Bersih Setelah Pajak.

(A) ROCE = (Laba Bersih / Modal Kerja) * 100

2) Rasio Laba: Rasio ini sangat membantu untuk menilai kecukupan laba yang diperoleh dan tren mereka dibandingkan dengan masa lalu.

(A) Gross Profit Margin = (Laba Kotor / Penjualan) * 100

(b) Net Profit Margin = (Laba Bersih / Penjualan) * 100

Eeaning Per Share = Laba Setelah Pajak / Jumlah Saham Ekuitas

3) Rasio Solvabilitas: Untuk mempertahankan status kelangsungan usaha, suatu bisnis harus dapat memenuhi utangnya yang harus memiliki modal kerja yang cukup. Rasio modal kerja membantu untuk memeriksa posisi keuangan sekuler dari suatu bisnis.

(a) Rasio Modal Kerja = Aset Lancar / Kewajiban Lancar

(b) Rasio Likuiditas = Aset Cair / Kewajiban Likuiditas

4) Aset Turn Over Rasio: Gambar tiba dari perhitungan ini membantu manajemen untuk memastikan pemanfaatan sumber daya yang efisien diterapkan.

(a) Tingkat Perputaran Persediaan (dalam jumlah) = Harga Pokok Penjualan / Tingkat Persediaan Rata-rata

(B) Stock Turnover (dalam hari) = (Rata-rata Stok / Biaya untuk Barang yang Dijual) * 365

(c) Tingkat Pengumpulan debitur (dalam hari) = (Rata-rata Debitur Perdagangan / Penjualan Kredit) * 365

(d) Tingkat Pembayaran kepada kreditor (dalam hari) = (Rata-rata Kreditor Perdagangan / Pembelian Kredit) * 365

(e) Siklus operasi kas (dalam hari) = Periode Holding Saham + Periode Penagihan Utang – Periode Pembayaran Kreditor

(f) Total Asset Turnover = Penjualan / Aerage Total Aset

5) Gearing atau Levearage Ratio: Rasio ini mendefinisikan struktur modal gearing.

(A) Rasio Utang Equty = Total Ekuitas Hutang Keuangan / Ekuitas

6) Laporan Arus Kas Rasio: Ini adalah rasio arus kas masuk dan keluar. Ini membantu dalam memeriksa sumber dan penggunaan uang tunai dan efek bersihnya. Rasio ini dihitung dalam persentase dan persentase dapat digunakan untuk menunjukkan keseimbangan relatif antara arus masuk dan arus kas keluar, dengan pilihan angka mana yang akan digunakan sebagai sewa (yaitu mana yang sama dengan 100%) tergantung pada tujuan dari analisis.

(A) Arus Kas Rasio = (Arus kas masuk / arus kas keluar) * 100 atau (Arus Kas / Arus Kas) * 100.

Keterbatasan Analisis Rasio:

1) Ini membantu dalam mencari tahu perubahan dalam hasil keuangan tetapi mereka tidak menjelaskan alasan perubahan tersebut.

2) Deteriorasi adalah rasio akuntansi tidak selalu menunjukkan manajemen yang buruk misalnya penurunan rasio perputaran saham mungkin tampak tanda tidak sehat untuk bisnis tetapi penyelidikan lebih lanjut dapat mengungkapkan bahwa alasannya adalah akumulasi bahan mentah yang langka yang memungkinkan sebuah pabrik untuk terus bekerja ketika para pesaing dipaksa untuk menghentikan produksi.

3) Terlalu signifikan terhadap rasio individu tidak dapat menghasilkan keputusan yang baik. misalnya. Terkadang ROCE yang lebih tinggi dapat disertai dengan likuiditas rendah.

[ad_2]